TOUNA – Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matadjengt mewakili Bupati Ilham Lawidu membuka kegiatan sosialisasi awal Kajian Penetapan Garis Sempadan Danau Banano I, II, dan III Desa Banano, Kecamatan Tojo, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati ini, terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Turut hadir dalam kegiatan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mohammad Asrar M. Ali, Kepala Bapperida Kabupaten Tojo Una-Una, Mohamad Arsyad, Kepala Perangkat Daerah, BWS Sulawesi III Palu, Unsur Muspika Tojo, perangkat Desa Banano serta tokoh masyarakat.
Sekda Alfian Matadjeng dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dengan Pemerintah Daerah atas terselenggaranya sosialisasi awal Kajian Penetapan Garis Sempadan Danau Banano I, II, dan III Desa Banano
Alfian mengatakan, bahwa Danau Banano sebagai potensi strategis yang menjadi penopang ekosistem sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Kecamatan Tojo.
“Danau Banano adalah aset sumber daya air yang sangat penting, baik sebagai penyangga ekosistem maupun penopang kegiatan sosial ekonomi masyarakat,” ujar Alfian.
Alfian menjelaskan, penetapan garis sempadan bukan sekadar urusan teknis pemetaan, melainkan langkah krusial untuk menjaga aset berharga daerah.
“Penetapan garis sempadan ini adalah wujud nyata pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan berkeadilan,” jelasnya.
Alfian menegaskan, penetapan batas wilayah ini, merupakan aturan sempadan bukan untuk membatasi ruang gerak warga, melainkan untuk memberikan perlindungan jangka panjang.
“Penetapan ini, untuk memberikan kepastian hukum, menjaga keseimbangan lingkungan, serta melindungi masyarakat dari risiko kerusakan lingkungan di masa depan,” tegasnya.
Alfian berharap seluruh peserta mengikuti sosialisasi ini dengan serius dan terbuka untuk menyampaikan aspirasi maupun masukan, agar hasil kajian ini benar-benar akurat dan membawa manfaat luas.
“Saya juga meminta kepada Camat Tojo, Kepala Desa Banano, dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada warga sekitar, karena keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan kegiatan ini,” tutupnya. (yya/**)

