TOUNA – Suasana pagi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terasa berbeda.
Sebelum kegiatan senam bersama dimulai, Kepala Lapas Ampana Luther Toding Patandung, didampingi Kasubsi Bimbingan Kerja Nurbiana, memberikan arahan dan edukasi inspiratif kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di halaman dalam Lapas, Jumat (17/10).
Dalam arahannya, Kalapas menekankan pentingnya disiplin, hidup sehat, dan perubahan perilaku ke arah positif selama menjalani masa pembinaan.
Ia mengajak seluruh WBP untuk menanamkan semangat kebersamaan dan sportivitas melalui aktivitas olahraga yang rutin dilakukan setiap pekan.
“Kegiatan olahraga adalah ruang bagi kita semua untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Kita tidak hanya melatih fisik, tetapi juga belajar mengatur emosi, menjalin kebersamaan, dan menumbuhkan disiplin,” ujar Kalapas penuh motivasi.
Kalapas juga mengumumkan bahwa mulai pekan depan, kegiatan olahraga akan dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa dan Jumat pagi, tidak hanya bagi WBP tetapi juga melibatkan pegawai Lapas.
Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh, mengurangi kejenuhan, dan memperkuat hubungan sosial di antara warga binaan.
Selain senam, pihak Lapas juga memfasilitasi olahraga seperti voli dan takraw sebagai sarana pembinaan dan penyaluran energi positif.
“Gunakan fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya berdiam diri di blok hunian, manfaatkan waktu dengan kegiatan positif yang menyehatkan dan membangun semangat hidup,” pesan Luther Toding Patandung.

Dalam kesempatan yang sama, Kalapas juga menyinggung isu negatif yang sempat menyoroti lembaga pemasyarakatan.
Ia menegaskan komitmen tegas Lapas Ampana dalam memberantas penyalahgunaan handphone, pungutan liar, dan narkoba.
“Kami berkomitmen menjaga integritas lembaga ini. Tidak ada ruang bagi pelanggaran dan penyimpangan. Jika WBP ingin berkomunikasi dengan keluarga, kami sudah sediakan Wartelsuspas sebagai sarana resmi yang diawasi petugas,” tegasnya.
Tak hanya berbicara tentang kedisiplinan dan kesehatan, Kalapas juga mengajak seluruh WBP untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
“Mari kita ciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, karena lingkungan bersih melahirkan suasana hati yang tenang dan tubuh yang sehat,” ujarnya.
Pihak Lapas, lanjut Kalapas, terus berupaya menyediakan sarana kebersihan yang memadai, namun keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh WBP.
Mengakhiri arahannya, Kalapas mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Mari kita terus menjaga semangat positif, saling mendukung, dan menjadikan Lapas Ampana sebagai rumah pembinaan yang benar-benar membawa perubahan,” tutupnya. ***

