TOUNA – Untuk meningkatan kualitas layanan Perpustakaan Desa dan Kelurahan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tojo Una-Una bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Penilaian Akreditasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan di Kabupaten Tojo Una-Una pada Rabu (8/10/2025) dan Kamis (9/10/2025).
Akreditasi menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan perpustakaan yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP), baik dari sisi kelembagaan, koleksi, sarana prasarana, tenaga perpustakaan, hingga layanan bagi masyarakat.
Dengan akreditasi, perpustakaan Desa dan Kelurahan diharapkan mampu menghadirkan suasana yang nyaman, koleksi yang relevan, serta program literasi yang berkelanjutan.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Idham Khalid memberikan apresiasi tinggi atas kerja sama yang terjalin antara pengelola perpustakaan dengan Pemerintah Desa dan Kelurahan dalam pelaksanaan akreditasi perpustakaan.
“Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk memastikan proses penilaian akreditasi berjalan lancar, transparan, dan akuntabel,” ujar Idham.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah mendukung terselenggaranya akreditasi sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
“Sinergi antara pengelola perpustakaan dengan Pemerintah Desa maupun Kelurahan menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan yang lebih baik bagi masyarakat,” tandasnya.
Hal ini, kata Idham, bukan hanya tentang memenuhi penilaian akreditasi, tetapi juga bagaimana Perpustakaan dapat berkembang menjadi pusat literasi yang bermutu.
“Kami berharap hasil akreditasi ini dapat memacu peningkatan kualitas layanan perpustakaan di daerah, sekaligus memperkuat minat baca dan budaya literasi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Mohamad Afandi mengatakan, bahwa penyelenggaraan penilaian akreditasi Perpustakaan Desa dan Kelurahan dilakukan melalui pendekatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
“Aktivitas dan tingkat literasi masyarakat sangat dipengaruhi oleh keberadaan Perpustakaan, yang ditopang oleh pengelolaan yang baik serta kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia sebagai pengelolanya,” kata Adi sapaan akrabnya.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika itu menegaskan, bahwa seluruh pengelola Perpustakaan Desa dan Kelurahan telah menunjukkan kesiapan mereka dengan berkomitmen memenuhi standar kualitas perpustakaan.
“Akreditasi perpustakaan ini sangat penting, karena merupakan upaya untuk memastikan layanan perpustakaan sesuai dengan standar nasional, sekaligus menjadi momentum untuk perbaikan dan peningkatan kualitas layanan ke depan,” tegasnya.
Adi menjelaskan, perpustakaan yang terakreditasi akan lebih dipercaya masyarakat. Hal ini dapat mendorong minat baca serta meningkatkan kehadiran perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat bagi warga.
“Selain meningkatkan mutu layanan, akreditasi juga menjadi jembatan untuk memperkuat peran perpustakaan dalam mendukung program Kota/Kabupaten Layak Anak dan Gerakan Indonesia Membaca. Perpustakaan Desa dan Kelurahan diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mengembangkan budaya literasi sejak usia dini hingga lanjut usia,” jelasnya.
Adi menyebut, bahwa terdapat tiga Wilayah yang menjadi lokasi penilaian akreditasi perpustakaan, yaitu Kecamatan Ampana Kota, Kecamatan Ratolindo, dan Kecamatan Ampana Tete yang dilakukan oleh tiga tim asesor.
“Tim Asesor Pertama menilai perpustakaan di Desa Sabolira Toba, Desa Patingko, Desa Sumoli, Desa Labuan, Desa Sansarino, serta Kelurahan Bailo. Tim Asesor Kedua melakukan penilaian di Kelurahan Uemalingku dan Kelurahan Dondo Barat. Sementara itu, Tim Asesor Ketiga menilai perpustakaan di Desa Sabo, Desa Bantuga, Desa Pusungi, dan Desa Kajulangko,” sebutnya.
Dalam penilaian akreditasi ini, sambung Adi, terdapat sejumlah komponen utama yang menjadi fokus, antara lain koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan, inovasi dan kreativitas, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM), serta Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
“Pemerintah Desa dan Kelurahan menyambut baik program akreditasi ini,” sambungnya.
Adi meminta kepada beberapa Kepala Desa bahwa perpustakaan yang telah terakreditasi agar mampu memberikan nilai tambah dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Kehadiran perpustakaan kini tidak lagi sekedar tempat membaca buku, melainkan pusat informasi, ruang diskusi, hingga tempat pelatihan keterampilan dasar,” ungkapnya.
Adi berharap dengan adanya dukungan dan sinergitas penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una seluruh Perpustakaan Desa dan Kelurahan di Kabupaten Tojo Una-Una dapat segera terakreditasi.
“Langkah ini diyakini akan menjadi kunci peningkatan minat baca, memperkuat kualitas layanan, serta mendorong lahirnya masyarakat literat yang berdaya saing,” tambahnya.
Adi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim asesor Provinsi Sulawesi Tengah atas dedikasi dan kerja keras yang diberikan.
“Kami berharap setiap upaya yang dilakukan dapat membawa manfaat nyata dan keberkahan, serta mampu meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di Kabupaten Tojo Una-Una,” pungkasnya.
sumber: Diskominfo Touna








