TOUNA – Suasana penuh semangat tampak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana saat jajaran pegawai bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melaksanakan panen raya hasil program pembinaan kemandirian, Rabu 1 Oktober 2025.
Dipimpin langsung oleh Kalapas Luther Toding Patandung, kegiatan ini memanen berbagai komoditas pertanian berupa sayuran terong, kacang panjang, dan kangkung yang tumbuh subur di area kebun Lapas Ampana.
Turut hadir mendampingi Kalapas, para pejabat struktural Lapas Ampana, yaitu Kasi Binadik/Giatja I Wayan Sucana, KPLP Finley Edward Ruindungan, Kasi Adm. Kamtib Moh. Fuad, Kasubag Tata Usaha Ilham Adi Susanto, serta Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib Sutriono Faizal.
Kalapas Luther menegaskan bahwa panen raya ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi wujud nyata komitmen Lapas Ampana dalam memberikan keterampilan bermanfaat kepada WBP.
“Melalui kegiatan pertanian ini, kita tidak hanya menghasilkan sayuran untuk kebutuhan bersama, tetapi juga menanamkan ilmu dan keterampilan yang bisa dipraktikkan warga binaan ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini selaras dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang menekankan pentingnya pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Hasil panen sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum Lapas Ampana, sehingga mendukung kemandirian pangan internal. Ke depan, program ini diharapkan dapat berkembang menjadi usaha produktif yang memberi manfaat lebih luas, tidak hanya bagi WBP tetapi juga masyarakat sekitar.
Dengan kerja sama yang solid antara petugas dan warga binaan, panen raya kali ini berjalan sukses dan menghasilkan hasil yang memuaskan. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti bahwa Lapas Ampana bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga pusat pembinaan dan pemberdayaan yang memberi manfaat nyata. ***

