TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku alternatif pembuatan batako dan paving blok, Selasa (23/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas ini menghadirkan narasumber dari PLTU Unit Ampana, Kalsum selaku Admin FABA.
Hadir pula Kepala Lapas Ampana, Luther Toding Patandung, Manager PLTU Unit Ampana Budi Wijaya bersama jajaran instruktur, serta Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tojo Una-Una, Moh. Nur beserta tim instruktur.
Sosialisasi ini diikuti 60 orang WBP peserta pelatihan kemandirian. Mereka mendapatkan pemahaman mendalam tentang asal-usul FABA, manfaatnya, hingga teknik penggunaannya sebagai campuran material bangunan.
Harapannya, para WBP tidak hanya memahami konsepnya secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam praktik pembuatan batako dan paving blok agar hasil produksi lebih berkualitas dan bernilai ekonomis.
Dalam materinya, Kalsum menjelaskan bahwa FABA merupakan residu hasil pembakaran batu bara di PLTU yang dapat dimanfaatkan sebagai substitusi pasir.
Ia juga memaparkan komposisi ideal antara FABA, pasir, dan semen dalam proses pembuatan batako maupun paving blok.
“Penggunaan FABA dalam komposisi yang tepat akan meningkatkan kualitas batako maupun paving blok. Selain ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah, bahan ini juga dapat menekan biaya produksi tanpa mengurangi kekuatan produk,” ungkap Kalsum.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para WBP. Mereka terlihat aktif mencatat, bertanya, hingga berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai teknik pencampuran dan manfaat praktis FABA.
Kepala Lapas Ampana, Luther Toding Patandung, menyampaikan apresiasinya kepada PLTU Unit Ampana atas materi yang disampaikan. Menurutnya, ilmu yang diberikan sangat penting untuk mendukung pembinaan kemandirian WBP.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLTU Unit Ampana yang telah berbagi pengetahuan. Materi ini akan menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk menghasilkan produk batako dan paving blok yang berkualitas,” ujar Kalapas.
“Selain itu, keterampilan ini diharapkan dapat mendukung kemandirian Lapas Ampana sekaligus membuka peluang penghasilan bagi kesejahteraan warga binaan,” tambah Kalapas.
Dengan adanya sinergi antara Lapas Ampana, PLTU Unit Ampana, dan BLK Tojo Una-Una, pembinaan kemandirian diharapkan semakin berkembang. Tidak hanya berfokus pada keterampilan tradisional, tetapi juga menghadirkan inovasi ramah lingkungan yang berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi WBP setelah kembali ke masyarakat. ***/TUNE








