TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ampana menggelar Sosialisasi Pelayanan Budaya Prima, Selasa (2/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sivia Patuju Lapas Kelas IIB Ampana ini dibuka oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Todung Patandung, SH, MH yang dihadiri Kepala BRI Cabang Ampana, Raden Beril Trianov selaku narasumber.
Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung dalam sambutannya menyampaikan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan BRI dan menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai pelayanan prima dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai pengingat dan penguat komitmen kita semua dalam memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Kalapas Luther.
Luther mengatakan, Budaya prima bukan sekadar slogan, tapi harus diwujudkan dalam sikap, tindakan, dan etika pelayanan setiap hari. Mari kita layani dengan hati, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh petugas untuk terus mengembangkan kompetensi, terbuka terhadap inovasi, serta menjalin sinergi dengan berbagai pihak, guna menciptakan tata kelola pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan layanan,” ucapnya.
Kepala BRI Cabang Ampana, Raden Beril Trianov dalam materinya menyampaikan seputar strategi dan nilai-nilai pelayanan prima dalam lembaga publik, termasuk dalam konteks pemasyarakatan.
Raden Beril Trianov menekankan bahwa Pelayanan prima harus didasarkan pada dua prinsip yang pertama melaksanakan layanan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.
“Kedua menjaga konsistensi dalam setiap proses pelayanan, agar masyarakat maupun stakeholder internal memperoleh layanan yang profesional, cepat, dan memuaskan,” terangnya.
“Pelayanan prima bukan hanya soal ramah dan cepat, tetapi juga tentang komitmen terhadap standar dan konsistensi dalam setiap lini layanan,” tegas Raden Beril.
Sosialisasi ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Ampana yang tampak antusias dan aktif dalam sesi diskusi. Kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan pembekalan untuk terus memperkuat budaya kerja yang humanis, adaptif, dan akuntabel.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Ampana dalam mendukung reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). (yya/**)

