PALU – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, bersama Staf Umum Muhammad Ridho, turut hadir dalam acara Bhakti Sosial yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu.
Acara ini turut dihadiri oleh Penasehat Utama Dharma Wanita Persatuan Kemenkumham RI, Ny. Idayanti Supratman, serta Ketua Umum Pipas, Ny. Ana Reynhard, Rabu (25/9/24).
Tujuan dari Bhakti Sosial yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia adalah untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kepedulian sosial dan membangun solidaritas di kalangan anggota Dharma Wanita, serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Setelah pelaksnaan bhakti sosial, acara dilanjutkan dengan peresmian Rumah Tahfidz Al-Kahfi di LPKA Palu, Kanwil Kemenkumham Sulteng. Ketua Dharma Wanita Persatuan Pusat, Ny. Yayuk Iwan Kurniawan, menyampaikan rasa bahagianya bisa kembali mengunjungi Palu.
“Sangat senang rasanya bisa kembali ke Palu, Sulawesi Tengah, kota yang tidak asing bagi saya karena pernah mendampingi suami saat bertugas sebagai Kakanwil Kemenkumham Sulteng,” ujarnya.
Selanjutnya Ny. Yayuk Kurniawan juga menyampaikan Dengan diresmikannya Rumah Tahfidz Al-Kahfi ini, kami berharap para anak-anak binaan di LPKA Palu dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu agama, khususnya dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.
“Ini bukan hanya sarana pembinaan spiritual, tetapi juga cara bagi mereka untuk menemukan kedamaian batin, meraih kebaikan hidup, serta mengisi waktu di sini dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai positif. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program pembinaan yang dapat membawa perubahan baik dalam diri mereka,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kalapas Ampana Luther Toding Patandung juga menyampaikan Program ini juga selaras dengan misi kami dalam memberikan pembinaan yang holistik, mencakup fisik, mental, dan spiritual, sehingga mereka siap untuk kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih positif dan produktif.
“Saya berharap Rumah Tahfidz ini dapat menjadi cahaya bagi setiap anak binaan di sini, membantu mereka menemukan harapan dan arah hidup yang lebih baik,” Pungkas Kalapas. (Red/Humas-Laspana)

