TOUNA – Pelaksanaan kegiatan ibadah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, Kanwil Kemenkumham Sulteng, mencerminkan upaya nyata dari lembaga tersebut untuk mendukung kehidupan spiritual warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama bulan Ramadhan.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 Wita s.d pukul 21.00 WITA ini, meliputi sholat Isya berjamaah, diikuti oleh kajian keagamaan dengan tema “Manfaat Melaksanakan Sholat” yang disampaikan oleh Ust. Sabri, S.Ag, serta dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Tarawih dan Witir berjamaah, Selasa (2/4).
Keterlibatan seluruh WBP serta petugas jaga dalam kegiatan keagamaan ini tidak hanya menunjukkan dukungan lapas terhadap praktik keagamaan di dalam fasilitas pemasyarakatan, tetapi juga membantu memperkuat hubungan sosial dan spiritual di antara mereka.
Kegiatan berjamaah seperti ini berpotensi besar dalam meningkatkan rasa solidaritas, kebersamaan, dan memperkuat nilai-nilai positif di antara warga binaan.
Puncak kegiatan, yaitu Tadarus Al-Qur’an yang dipimpin oleh Irwan, salah satu warga binaan, dengan durasi waktu 30 menit, merupakan inisiatif yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berkontribusi secara aktif dalam kegiatan keagamaan.
Ini tidak hanya membantu dalam pembinaan karakter mereka tetapi juga memberikan rasa kepemilikan dan keterlibatan dalam program lapas, yang sangat penting untuk rehabilitasi dan reintegrasi mereka ke dalam masyarakat.
Keseluruhan kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dan tertib, berkat pengamanan ketat dari petugas jaga malam regu B yang diperkuat dengan tambahan pengamanan dari unsur staf sebanyak 2 orang.
Pengamanan ini penting untuk memastikan kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan lancar tanpa gangguan, sekaligus menjamin keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
Inisiatif seperti ini menunjukkan pentingnya memelihara kebutuhan spiritual warga binaan sebagai bagian integral dari proses pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ibadah dan edukasi keagamaan, lapas tidak hanya menyediakan platform untuk pertumbuhan spiritual tetapi juga mendukung pembangunan moral dan perbaikan diri warga binaan, yang keduanya merupakan aspek penting dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan. (Red/Humas-Laspana)

