Oleh: Saiful Hulungo Ketua DPC HPI Kabupaten Tojo Una-Una
Menurut pemikiran saya, keikutsertaan Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, dalam ajang World Travel Market (WTM) London 2026 merupakan langkah strategis yang perlu dilihat sebagai bagian dari upaya memperluas promosi daerah, membangun jejaring internasional, dan membuka peluang kerja sama untuk pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
WTM London bukan sekedar pameran pariwisata internasional. Ajang ini merupakan ruang pertemuan bagi pelaku industri perjalanan, operator tur, agen perjalanan, investor, media, serta berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan sektor pariwisata global.
Bagi Kabupaten Tojo Una-Una, keikutsertaan dalam forum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan potensi daerah kepada pasar internasional. Namun, yang lebih penting, kehadiran itu harus mampu membuka peluang kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tojo Una-Una memiliki potensi, tetapi potensi harus diperkenalkan, dikelola, dan dikembangkan agar memberikan nilai tambah bagi daerah.
Kepulauan Togean, Aset Pariwisata yang Perlu Mendapatkan Panggung Dunia
Kabupaten Tojo Una-Una memiliki kekayaan alam yang menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata, terutama Kepulauan Togean yang dikenal dengan pesona laut, gugusan pulau tropis, terumbu karang, keanekaragaman hayati, serta kehidupan masyarakat pesisir yang memiliki karakter dan tradisi tersendiri.
Potensi tersebut merupakan aset daerah yang tidak hanya bernilai dari sisi keindahan alam, tetapi juga memiliki peluang ekonomi apabila dikembangkan melalui strategi promosi dan pengelolaan yang tepat.
Akan tetapi, kita harus menyadari bahwa potensi yang besar tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan pariwisata. Keindahan alam yang dimiliki suatu daerah perlu didukung oleh promosi yang efektif, aksesibilitas yang memadai, pelayanan wisata yang berkualitas, kesiapan pelaku usaha, serta kepastian informasi bagi calon wisatawan.
Di sinilah pentingnya membawa nama Tojo Una-Una ke forum internasional seperti WTM London.
Keikutsertaan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Kepulauan Togean kepada operator perjalanan internasional, membangun komunikasi dengan calon mitra, dan membuka peluang agar destinasi ini masuk ke dalam jaringan pemasaran wisata mancanegara.
Dengan strategi yang tepat, promosi tidak berhenti pada pengenalan nama dan keindahan destinasi. Promosi harus diarahkan untuk membangun hubungan bisnis, menciptakan paket perjalanan yang kompetitif, serta memperkuat posisi Tojo Una-Una dalam peta pariwisata Indonesia dan dunia.
Bukan Sekadar Hadir, tetapi Harus Membawa Hasil
Saya berpandangan bahwa keikutsertaan Kabupaten Tojo Una-Una dalam WTM London hendaknya tidak hanya diukur dari kehadiran pejabat daerah, partisipasi dalam kegiatan pameran, atau dokumentasi yang dipublikasikan selama acara berlangsung.
Kehadiran di forum internasional memang penting, tetapi nilai strategisnya terletak pada apa yang dapat dibangun dan dihasilkan dari keikutsertaan tersebut.
Pertanyaan mendasarnya adalah: apa yang hendak dicapai oleh Kabupaten Tojo Una-Una melalui WTM London 2026?
Apakah untuk memperluas promosi Kepulauan Togean? Membangun kemitraan dengan operator tur internasional? Membuka peluang investasi pariwisata? Memperkenalkan kebudayaan lokal? Atau membangun kerja sama pendidikan dan kebudayaan yang dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia daerah?
Semua tujuan tersebut dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan daerah, tetapi harus dirumuskan secara jelas, disertai target yang realistis, dan diikuti dengan langkah kerja yang terukur.
Karena itu, keikutsertaan dalam WTM London sebaiknya disiapkan melalui agenda yang terarah, termasuk penyediaan materi promosi berbahasa Inggris, profil destinasi, dokumentasi foto dan video berkualitas, informasi aksesibilitas, data pendukung pariwisata, serta daftar calon mitra yang relevan untuk ditemui.
Pertemuan dengan calon mitra internasional juga perlu ditindaklanjuti setelah kegiatan selesai. Komunikasi harus terus dibangun, peluang kerja sama harus dipetakan, dan setiap perkembangan perlu dievaluasi.
Dengan demikian, WTM London tidak berhenti sebagai agenda perjalanan dinas, tetapi menjadi bagian dari proses panjang untuk memperluas pasar dan mengembangkan potensi pariwisata daerah.
Sinergi Pariwisata, Pendidikan, dan Kebudayaan
Menurut saya, salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam strategi promosi daerah adalah bagaimana memperkenalkan Tojo Una-Una secara utuh.
Tojo Una-Una tidak hanya memiliki potensi wisata bahari. Daerah ini juga mempunyai kehidupan sosial, tradisi, sejarah, dan kebudayaan masyarakat yang merupakan bagian penting dari identitas lokal.
Karena itu, promosi internasional akan lebih bermakna apabila tidak hanya menampilkan panorama alam, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, kreativitas masyarakat, serta cara hidup yang membentuk karakter daerah.
Apabila keikutsertaan tersebut melibatkan unsur pimpinan daerah bersama unsur pendidikan dan kebudayaan, kehadiran masing-masing unsur perlu diarahkan pada tujuan yang jelas dan saling melengkapi.
Unsur pariwisata dapat memusatkan perhatian pada promosi destinasi, pengembangan pasar, dan kemitraan industri perjalanan. Sementara itu, unsur pendidikan dan kebudayaan dapat menjajaki peluang pertukaran pengetahuan, promosi warisan budaya, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan kerja sama yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Tentu saja, peluang tersebut tidak akan terwujud hanya karena para pihak hadir dalam satu kegiatan. Dibutuhkan agenda pertemuan, mitra yang tepat, rencana kerja, serta tindak lanjut yang realistis.
Dengan pendekatan demikian, keikutsertaan Tojo Una-Una dapat diarahkan untuk membangun citra daerah yang lebih komprehensif, bukan hanya sebagai destinasi wisata bahari, melainkan juga sebagai wilayah yang memiliki identitas budaya dan potensi pengembangan sumber daya manusia.
Masyarakat Lokal Harus Menjadi Penerima Manfaat Utama
Di tengah semangat memperluas promosi internasional, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah kepentingan masyarakat lokal.
Pariwisata yang berkembang seharusnya tidak hanya meningkatkan popularitas suatu destinasi, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat yang hidup dan beraktivitas di kawasan tersebut.
Masyarakat Tojo Una-Una, khususnya yang berada di sekitar kawasan wisata Kepulauan Togean, harus memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam pertumbuhan sektor pariwisata.
Pelaku usaha penginapan, pemandu wisata, nelayan, pengrajin, pengelola transportasi lokal, pelaku kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah lainnya perlu memperoleh ruang untuk berkembang.
Karena itu, promosi internasional hendaknya dihubungkan dengan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Mereka perlu memperoleh akses terhadap informasi pasar, peningkatan kualitas pelayanan, kemampuan komunikasi dengan wisatawan asing, serta peluang bermitra dengan operator perjalanan yang memiliki jaringan internasional.
Pada saat yang sama, pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan daya dukung lingkungan, kelestarian terumbu karang, pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, dan penghormatan terhadap budaya masyarakat setempat.
Jangan sampai promosi berhasil menarik perhatian dunia, tetapi pengelolaan destinasi tidak siap menghadapi peningkatan kunjungan.
Keberhasilan pariwisata tidak semata-mata diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dan kemampuan kita menjaga alam untuk generasi mendatang.
Inilah prinsip yang perlu menjadi dasar dalam setiap langkah pengembangan pariwisata Tojo Una-Una.
Akuntabilitas dan Evaluasi Harus Menjadi Bagian dari Strategi
Keikutsertaan dalam kegiatan internasional tentu memerlukan persiapan, sumber daya, dan pembiayaan. Oleh sebab itu, penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa setiap kegiatan memiliki tujuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Transparansi bukanlah bentuk penolakan terhadap promosi internasional. Sebaliknya, transparansi merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa kegiatan tersebut benar-benar dilaksanakan untuk kepentingan daerah.
Masyarakat berhak mengetahui tujuan keikutsertaan, program yang dijalankan, hasil yang ingin dicapai, serta tindak lanjut yang direncanakan setelah kegiatan selesai.
Evaluasi juga sebaiknya tidak hanya didasarkan pada jumlah pertemuan atau banyaknya materi promosi yang dibagikan. Indikator yang lebih substantif dapat mencakup jumlah calon mitra yang berhasil dihubungi, komunikasi bisnis yang berlanjut, peluang paket wisata yang sedang dikembangkan, kerja sama budaya atau pendidikan yang dijajaki, serta investasi yang benar-benar terealisasi apabila ada.
Perlu dipahami bahwa hasil promosi internasional tidak selalu muncul secara langsung. Membangun kepercayaan dan kemitraan membutuhkan waktu. Namun, proses tersebut harus memiliki arah, dokumentasi, dan mekanisme evaluasi yang jelas.
Setelah kegiatan berakhir, pemerintah daerah dapat menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan, hasil yang telah dicapai, peluang yang masih dalam proses penjajakan, dan rencana tindak lanjut.
Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya mengetahui bahwa daerahnya telah mengikuti forum internasional, tetapi juga dapat memahami manfaat, perkembangan, dan tantangan dari langkah yang telah diambil.
WTM London Harus Menjadi Awal, Bukan Akhir
Menurut saya, ukuran penting dari keikutsertaan Tojo Una-Una dalam WTM London adalah kemampuan pemerintah daerah mengubah peluang menjadi program kerja yang berkelanjutan.
Pameran internasional hanya berlangsung dalam waktu terbatas, sedangkan pembangunan pariwisata membutuhkan proses yang panjang.
Karena itu, setelah kegiatan selesai, perlu ada langkah lanjutan yang melibatkan perangkat daerah terkait, pelaku industri pariwisata, pengelola destinasi, komunitas lokal, dan pelaku usaha.
Langkah tersebut dapat berupa pengembangan materi promosi digital berbahasa Inggris, penyusunan paket wisata bersama pelaku usaha lokal, penguatan kerja sama dengan agen perjalanan, peningkatan kualitas pelayanan, serta pemanfaatan media digital untuk menjangkau calon wisatawan mancanegara.
Selain itu, pemerintah daerah perlu memetakan persoalan mendasar yang dapat memengaruhi daya saing destinasi, termasuk akses transportasi, ketersediaan informasi, kualitas infrastruktur pendukung, kapasitas sumber daya manusia, dan pengelolaan lingkungan.
Promosi yang baik harus berjalan beriringan dengan kesiapan destinasi.
Kita tidak cukup hanya mengundang dunia untuk datang ke Tojo Una-Una. Kita juga harus memastikan bahwa ketika wisatawan datang, mereka memperoleh pengalaman yang baik, masyarakat mendapatkan manfaat, dan lingkungan tetap terjaga.
Dengan demikian, keikutsertaan dalam WTM London dapat menjadi pemicu untuk memperbaiki berbagai aspek pengembangan pariwisata secara lebih terencana.
Saatnya Tojo Una-Una Membuka Peluang Lebih Luas
Saya berpandangan bahwa Tojo Una-Una perlu terus membangun keberanian untuk memperkenalkan potensi daerahnya ke tingkat internasional.
Kita memiliki kekayaan alam yang patut dibanggakan. Kepulauan Togean merupakan salah satu modal penting dalam pengembangan pariwisata daerah. Namun, kebanggaan tersebut perlu diikuti dengan kerja nyata, strategi promosi yang tepat, dan komitmen untuk menjaga kelestariannya.
WTM London 2026 dapat menjadi salah satu pintu untuk membuka peluang tersebut.
Melalui keikutsertaan yang direncanakan dengan baik, Tojo Una-Una berpeluang memperluas jejaring internasional, memperkenalkan identitas daerah, membangun kemitraan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.
Namun, peluang itu perlu disertai kesungguhan dalam pelaksanaan dan tindak lanjut. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa promosi berjalan searah dengan kebutuhan masyarakat, kesiapan destinasi, pelestarian lingkungan, dan penguatan pelaku usaha lokal.
Kita perlu melihat pariwisata bukan hanya sebagai sektor yang menjual keindahan alam, melainkan juga sebagai ruang untuk menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat identitas budaya, dan membangun masa depan daerah.
Pada akhirnya, membawa Tojo Una-Una ke panggung internasional bukan sekadar tentang memperkenalkan panorama Kepulauan Togean kepada dunia. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan upaya membuka peluang, membangun kepercayaan, dan memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan.
Tojo Una-Una memiliki potensi. Kepulauan Togean memiliki daya tarik. Kini, tantangannya adalah bagaimana mengubah potensi dan daya tarik tersebut menjadi peluang yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
WTM London hendaknya menjadi salah satu momentum untuk mewujudkan cita-cita itu, dengan pemerintah sebagai penggerak, masyarakat sebagai bagian utama dari pembangunan, dan kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama.
Sebab, tujuan akhir promosi pariwisata bukan hanya agar dunia mengenal Tojo Una-Una, tetapi juga agar masyarakat Tojo Una-Una merasakan manfaat dari semakin dikenalnya daerah mereka.


