Wisata Budaya

Menteri Pariwisata Kunjungi Booth Touna di WITF 2026, Togean Bidik Pasar Internasional

0
×

Menteri Pariwisata Kunjungi Booth Touna di WITF 2026, Togean Bidik Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini

JAKARTA –  Kepulauan Togean terus didorong untuk memperluas jangkauan promosi ke pasar pariwisata internasional. Upaya tersebut mengemuka dalam ajang Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 setelah Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, mengunjungi stan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una di Grand Ballroom, Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una untuk memperkenalkan potensi unggulan Kepulauan Togean sekaligus menyampaikan arah pengembangan pariwisata daerah kepada pemerintah pusat.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, S.Sos., M.Si., serta Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tojo Una-Una, Ilham Lamahusen, yang juga membidangi kepariwisataan.

Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif tersebut mencerminkan keterlibatan lintas sektor dalam mendorong promosi dan pengembangan pariwisata sebagai salah satu potensi unggulan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una, Asrin W. Soga memaparkan berbagai potensi Kepulauan Togean kepada Menteri Pariwisata RI.

Kepulauan Togean dikenal memiliki daya tarik wisata bahari berupa gugusan pulau tropis, kekayaan ekosistem laut, terumbu karang, keanekaragaman hayati, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakat pesisir.

Potensi tersebut menjadi modal penting bagi Tojo Una-Una untuk memperkuat posisi Kepulauan Togean sebagai destinasi wisata bahari dan ekowisata yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga:  Serahkan SK Pengangkatan 1.229 PPPK Lingkup Pemkab Touna, Ini Pesan Bupati Ilham Lawidu

Penyampaian langsung kepada Menteri Pariwisata juga menjadi ruang untuk memperkenalkan peluang pengembangan destinasi, sekaligus membangun komunikasi mengenai kebutuhan dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, momentum tersebut bukan sekadar kunjungan di arena pameran. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi pengembangan Kepulauan Togean agar semakin terintegrasi dengan arah kebijakan pariwisata nasional.

Wonderful Indonesia Tourism Fair 2026 berlangsung pada 15–17 Oktober 2026. Ajang ini menjadi forum perdagangan pariwisata berformat Business-to-Business (B2B) yang mempertemukan pelaku industri, pembeli produk wisata, agen perjalanan, operator tur, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pariwisata.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah dan pelaku usaha memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring bisnis, membangun kemitraan, serta memperkenalkan produk wisata kepada pasar yang lebih luas.

Keikutsertaan Kabupaten Tojo Una-Una dalam WITF 2026 menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi Kepulauan Togean dengan peluang kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.

Tidak hanya mengandalkan keindahan alam, pengembangan destinasi juga membutuhkan dukungan investasi, peningkatan aksesibilitas, penyediaan amenitas, penguatan sumber daya manusia, serta pengelolaan destinasi yang profesional dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Safari Ramadhan di Masjid At Taubah Desa Popolii, Ini Pesan Bupati Mohammad Lahay

Dengan dukungan berbagai pihak, Kepulauan Togean diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat setempat.

Kehadiran Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya bersama Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tojo Una-Una, Ilham Lamahusen, turut memberikan dimensi koordinasi pemerintahan dalam agenda promosi tersebut.

Pengembangan pariwisata memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah pusat, pelaku industri, investor, dan masyarakat.

Sinergi tersebut dibutuhkan untuk mendukung berbagai aspek pembangunan destinasi, mulai dari infrastruktur pendukung, kepastian akses perjalanan, peningkatan standar pelayanan, penguatan regulasi, hingga perlindungan lingkungan.

Kesiapan pelaku usaha lokal dan masyarakat dalam mengembangkan produk wisata juga menjadi faktor penting agar pertumbuhan sektor pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi secara lebih luas.

Dalam konteks tersebut, promosi melalui pameran pariwisata perlu berjalan seiring dengan pembenahan di tingkat destinasi. Dengan demikian, peningkatan minat wisatawan dapat diimbangi oleh kesiapan fasilitas, kualitas layanan, dan tata kelola yang memadai.

Kepulauan Togean memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di kawasan timur Indonesia.

Namun, upaya memperluas jangkauan ke pasar global membutuhkan langkah berkelanjutan. Selain promosi, peningkatan konektivitas, kualitas infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan profesionalisme pelaku pariwisata perlu menjadi perhatian bersama.

Baca Juga:  Festival Bakulupi 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Sulteng: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi

Partisipasi Kabupaten Tojo Una-Una dalam WITF 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperluas komunikasi dan membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan destinasi.

Kunjungan Menteri Pariwisata RI ke stan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una serta pemaparan potensi Kepulauan Togean oleh Kepala Dinas Pariwisata menjadi momentum untuk memperkenalkan keunggulan daerah sekaligus menyampaikan kebutuhan pengembangannya.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan forum tersebut untuk membangun jejaring, menjajaki kemitraan, dan memperluas peluang promosi yang dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, investor, dan mitra internasional, Kepulauan Togean diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata bahari dan ekowisata yang berkualitas, berdaya saing, serta berkelanjutan.

Dari Jakarta, Tojo Una-Una membawa potensi Kepulauan Togean untuk diperkenalkan lebih luas kepada pasar pariwisata dunia. Tantangan berikutnya adalah memastikan promosi tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan destinasi yang terencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Togean bukan sekadar keindahan alam yang dipamerkan, melainkan potensi daerah yang perlu terus dikembangkan agar memiliki posisi lebih kuat dalam peta pariwisata Indonesia dan dunia. (yya/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses