TOUNA – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una terus mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui penyusunan kajian potensi wisata Labuan Belanda di Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing destinasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kajian tersebut dilaksanakan oleh CV. JR Pratama Consultant melalui kegiatan Penyusunan Kajian Potensi Wisata Labuan Belanda Tahun Anggaran 2026, dengan dukungan anggaran dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah.
Sebagai bagian dari proses penyusunan kajian, tim konsultan melaksanakan survei lapangan pada 12–13 Oktober 2026 di Desa Wisata Labuan Belanda.
Kegiatan ini turut didampingi Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una, Harun, Kepala Desa Labuan, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Labuan Belanda, serta Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Labuan.
Survei lapangan tersebut bertujuan mengidentifikasi potensi daya tarik wisata, mengevaluasi kondisi destinasi, serta memetakan kebutuhan dan prioritas pengembangan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Hasil kajian diharapkan menjadi landasan dalam merumuskan arah pengembangan wisata Labuan Belanda, mulai dari peningkatan aksesibilitas, penyediaan fasilitas pendukung, penguatan tata kelola destinasi, hingga pelibatan masyarakat dalam aktivitas pariwisata.
Masuk 50 Besar ADWI 2024 Jadi Modal Pengembangan
Labuan Belanda memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Tojo Una-Una. Masuknya destinasi ini dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 menjadi modal promosi untuk memperluas pengenalan potensi wisata Labuan Belanda kepada masyarakat luas.
Pencapaian tersebut juga membuka peluang untuk memperkuat peran Labuan Belanda sebagai salah satu titik pelayanan dan pengenalan wisata menuju Kepulauan Togean, yang dikenal dengan kekayaan alam bahari dan daya tarik wisatanya.
Namun, potensi tersebut perlu didukung kesiapan fasilitas, kualitas pelayanan, pengelolaan destinasi yang profesional, serta keterlibatan aktif masyarakat agar pengembangan pariwisata memberikan manfaat nyata bagi perekonomian lokal.
Pengembangan Labuan Belanda diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat, seperti penyediaan homestay, kuliner, transportasi wisata, jasa pemandu, kerajinan, hingga pemasaran produk unggulan desa.
Dengan demikian, pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat dan menciptakan sumber pendapatan baru bagi warga setempat.
Sinergi Lintas Sektor Diperlukan
Penyusunan kajian potensi wisata menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan arah pengembangan Labuan Belanda sesuai dengan karakteristik wilayah, kebutuhan wisatawan, serta kemampuan pembiayaan.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, pemerintah desa, pengelola destinasi, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan agar pengembangan pariwisata berjalan terarah dan berkelanjutan.
Melalui kajian tersebut, pengembangan Labuan Belanda diharapkan memiliki perencanaan yang lebih matang, dengan memperhatikan potensi daya tarik wisata, kebutuhan infrastruktur, kualitas pelayanan, serta peluang pemberdayaan masyarakat.
Dengan pengelolaan yang terencana dan profesional, Labuan Belanda berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi penunjang pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una dan Kepulauan Togean.
Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Labuan. (yya/red)







