Berita

Penuh Khidmat, WBP Nasrani Lapas Ampana Perkuat Iman melalui Ibadah Minggu

68
×

Penuh Khidmat, WBP Nasrani Lapas Ampana Perkuat Iman melalui Ibadah Minggu

Sebarkan artikel ini
WBP Nasrani Lapas Ampana Ikuti Ibadah Minggu. Foto: Humas

TOUNA – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana mengikuti Ibadah Minggu di Gereja Oikumene Lapas Ampana, Minggu (30/8/2026).

Ibadah tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian dan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin bagi WBP. Kegiatan bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus mendukung pembentukan karakter dan mental selama menjalani masa pembinaan.

Ibadah dipimpin Pdt. Ardin Toridu, S.Th. dari Klasis Ampana dengan renungan berdasarkan Efesus 4:2. Dalam penyampaiannya, Pdt. Ardin mengajak WBP untuk menerapkan sikap rendah hati, lemah lembut, sabar, dan saling mengasihi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Deteksi Dini Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban, Lapas Ampana Kontrol Keliling Area Brandgang

Ia juga mengingatkan WBP agar tetap mendekatkan diri kepada Tuhan serta menjalani proses pembinaan dengan kesabaran. Pengalaman selama menjalani masa pembinaan diharapkan dapat menjadi pembelajaran untuk memperbaiki diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

“Kami berharap para WBP tetap mendekatkan diri kepada Tuhan, selalu mengingat kebesaran dan kasih Tuhan, serta menjalani masa pembinaan dengan penuh harapan dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Pdt. Ardin.

Baca Juga:  Lapas Ampana Berikan Edukasi Tentang Hak Dan Kewajiban Warga Binaan Pada Blok Wanita

Pembinaan kerohanian tersebut didukung melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Ampana dengan Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una melalui Pembimas Kristen. Pelaksanaannya juga melibatkan gereja-gereja di Kota Ampana.

Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, mengatakan pembinaan keagamaan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan WBP.

“Kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan WBP. Pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga mental dan spiritual agar WBP memiliki bekal moral dan keimanan ketika kembali ke masyarakat,”  ujar Febriansyah.

Baca Juga:  Kalapas Ampana Ikuti Upacara Peringatan HUT Bhayangkara Ke-78

Menurutnya, pembinaan kerohanian yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan dapat mendorong WBP untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta menjadi pribadi yang lebih baik dan taat kepada Tuhan maupun hukum.

Seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Lapas Ampana terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan sebagai bekal bagi WBP sebelum kembali ke masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses