Berita

Produktif Dari Balik Jeruji, WBP Lapas Ampana Panen 17 kg Terong

181
×

Produktif Dari Balik Jeruji, WBP Lapas Ampana Panen 17 kg Terong

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah kembali menunjukkan hasil nyata pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian. 

Pada Senin (24/08/2026), Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama petugas melaksanakan panen terong di lahan pembinaan Lapas Ampana.

Kegiatan yang didampingi Staf Kasubsi Bimbingan Kerja, Dicky Arisandi bersama Sigi Dwi Yulianto, menjadi bagian dari upaya membekali WBP dengan keterampilan kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengalaman mengelola usaha produktif.

Baca Juga:  Percepatan Program Pembinaan WBP, Asesor Lapas Ampana Lakukan Pengambilan Data ISPN

Panen turut melibatkan peserta magang yang ikut terjun langsung bersama WBP. Selain menjadi pengalaman baru, keterlibatan tersebut memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pembinaan kemandirian sekaligus pentingnya pemanfaatan lahan secara produktif.

Dari kegiatan tersebut berhasil dipanen 17 kilogram terong ungu. Hasil panen selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Ampana, sehingga manfaat program pembinaan dapat dirasakan secara langsung.

Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan bahwa hasil panen menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kemandirian mampu memberikan hasil konkret.

Baca Juga:  Sambang Desa, Bhabinkamtibmas Polsek Tojo Jaga Silaturahmi Dengan Warga Binaan

“Pembinaan kemandirian tidak hanya bagaimana WBP mengikuti kegiatan, tetapi bagaimana dari kegiatan tersebut mereka mendapatkan keterampilan, pengalaman, dan hasil yang dapat memberikan manfaat. Panen 17 kilogram terong ini menjadi salah satu bukti bahwa lahan pembinaan dapat dikelola secara produktif dan memberikan hasil nyata,” ujarnya.

Febriansyah menambahkan, Lapas Ampana akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian dan berbagai keterampilan produktif lainnya sesuai potensi yang tersedia.

Baca Juga:  Penuhi Hak Narapidana, Lapas Ampana Berikan Pembebasan Bersyarat Kepada Satu WBP

“Yang paling penting adalah prosesnya. WBP belajar bekerja, merawat, bertanggung jawab, dan melihat langsung hasil dari apa yang mereka kerjakan. Nilai-nilai tersebut yang kami harapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” lanjutnya.

Panen terong tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga diarahkan untuk membangun keterampilan dan kemandirian sebagai bekal WBP kembali ke tengah masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses