TOUNA – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan yang transparan, profesional, dan akuntabel, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SIMONEV BAMA Versi 2 secara virtual pada Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Lapas Ampana dalam memperkuat sistem pengawasan layanan makanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya dalam memastikan pemenuhan hak dasar warga binaan berupa makanan yang layak, sehat, dan bergizi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Tengah. Dari Lapas Ampana, jajaran Binadik/Giatja mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan keseriusan dari Ruang Registrasi.
Keikutsertaan ini menjadi bentuk komitmen jajaran Lapas Ampana dalam mendukung transformasi pelayanan pemasyarakatan berbasis digital yang lebih efektif dan modern.
Bimtek dibuka langsung oleh narasumber dari Direktorat Waskesrehab, Ibu Retno Shofiana Hartinah, yang menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, khususnya pada pengelolaan layanan makanan bagi warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali pemahaman teknis terkait penggunaan Aplikasi SIMONEV BAMA Versi 2, mulai dari pengenalan fitur aplikasi, tata cara penginputan data, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi yang terintegrasi secara digital.
SIMONEV BAMA Versi 2 sendiri merupakan aplikasi berbasis web yang dikembangkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai sarana monitoring dan evaluasi pengelolaan bahan makanan di seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia.
Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan bahan makanan yang lebih transparan, terukur, akurat, serta berkelanjutan guna mendukung optimalisasi pelayanan kepada warga binaan.
Selama kegiatan berlangsung, jajaran Binadik/Giatja Lapas Ampana mengikuti setiap materi dengan saksama agar mampu memahami serta mengimplementasikan penggunaan aplikasi secara optimal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan dapat membantu petugas dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan pengendalian kualitas layanan makanan di lingkungan Lapas.
Kalapas Ampana, Febriansyah, di tempat terpisah menyampaikan bahwa keikutsertaan jajaran dalam kegiatan bimtek ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Ampana dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh proses pengelolaan makanan berjalan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.
“Melalui aplikasi ini, kami berharap pengawasan layanan makanan semakin optimal sehingga hak-hak warga binaan dapat terpenuhi dengan baik. Dengan sistem yang terintegrasi dan transparan, kualitas pelayanan pemasyarakatan juga akan semakin meningkat,” ujar Kalapas.
Dengan adanya peningkatan kapasitas petugas melalui kegiatan Bimtek SIMONEV BAMA Versi 2 ini, implementasi sistem monitoring pengelolaan bahan makanan di Lapas Ampana diharapkan dapat berjalan lebih maksimal dan memberikan dampak positif terhadap kualitas pembinaan serta pelayanan kepada warga binaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen jajaran Lapas Kelas IIB Ampana dalam mendukung digitalisasi pelayanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, inovatif, dan akuntabel demi terciptanya pelayanan yang semakin baik bagi warga binaan. (*)

