Berita

WBP Kristen di Lapas Ampana Ikuti Zoom Meeting Gladi Bersih Perayaan Natal Nasional

904
×

WBP Kristen di Lapas Ampana Ikuti Zoom Meeting Gladi Bersih Perayaan Natal Nasional

Sebarkan artikel ini
WBP Kristen di Lapas Ampana Ikuti Zoom Meeting Gladi Bersih Perayaan Natal Nasional

TOUNA – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen di Lapas Kelas IIB Ampana mengikuti kegiatan gladi bersih Perayaan Natal Nasional melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Sabtu (04/01/2025).

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud dukungan dari pihak pemasyarakatan untuk memastikan perayaan Natal berjalan dengan khidmat meski dalam keterbatasan.

Zoom Meeting yang digelar secara virtual ini diikuti oleh WBP Kristen di berbagai Rutan dan Lapas di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan jalannya ibadah Natal yang akan dilaksanakan serentak.

Baca Juga:  Melalui Belajar Mengaji Alquran, Lapas Ampana Bina Kepribadian Warga Binaan

Pada acara gladi bersih ini, para WBP diperkenalkan dengan rangkaian kegiatan ibadah, nyanyian pujian, serta pembacaan firman yang akan digelar pada perayaan nanti.

Kasi Binadik Giatja I Wayan Sucana mengungkapkan bahwa meskipun WBP berada dalam lingkungan yang terbatas, mereka tetap berhak untuk merayakan Natal dan memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan keagamaan secara virtual.

Baca Juga:  Bangun Disiplin dan Lingkungan Bersih, Plt. Kalapas Ampana Berikan Pengarahan Penting Kepada WBP Blok Wanita

“Ini adalah langkah positif untuk memberikan rasa kebersamaan, sekaligus mengedukasi warga binaan agar selalu menjaga semangat persatuan dan saling menghormati,” ujarnya.

Ia mengatkan, perayaan Natal bagi WBP ini juga menjadi ajang untuk menumbuhkan nilai-nilai spiritual dan moral di kalangan warga binaan, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Baca Juga:  Jaga Budaya, Jaga Keamanan: Kapolsek Tojo Hadiri Pesta Panen Mora'a Bersama Warga

“Rangkaian kegiatan Natal ini juga diharapkan dapat menjadi momen refleksi bagi WBP dalam menjalani proses rehabilitasi, dengan harapan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal keimanan dan perubahan sikap yang lebih positif,” pungkasnya. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *