Berita

Seorang Nelayan di Ampana Hilang Saat Memancing, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

1
×

Seorang Nelayan di Ampana Hilang Saat Memancing, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Seorang nelayan asal Kelurahan Bailo Baru, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, bernama Riski Rahmat (24), dilaporkan hilang saat melaut sejak Minggu (31/5/2026). Hingga Rabu (3/6/2026), tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian.

Kapolres Tojo Una-Una, AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Iptu Martono, menjelaskan bahwa korban terakhir kali berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi memancing pada Minggu sore. Namun, hingga keesokan harinya, korban tak kunjung kembali ke rumah.

Baca Juga:  Gerak Cepat, Satpolairud Polres Touna Berhasil Selamatkan Dua Nelayan Hanyut

“Keluarga sempat mencoba mencari informasi dari rekan-rekan korban, namun tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Karena tidak ada kabar, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Ampana Kota, pihak kelurahan, dan Basarnas pada Rabu siang,” ujar Iptu Martono.

Iptu Martono menambahkan, sebuah petunjuk sempat ditemukan oleh nelayan asal Malotong yang menemukan perahu milik korban dalam keadaan kosong. Saat ini, perahu tersebut telah diamankan di rumah korban di Jalan Cakalang, Kelurahan Bailo Baru.

Baca Juga:  Patroli Jelang Berbuka Puasa, Polsek Ampana Kota Jaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

Terkait proses pencarian, Iptu Martono menyampaikan bahwa saat ini Basarnas, personel Polsek Ampana Kota, Sat Polairud dan masyarakat setempat telah terjun ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Pihak kepolisian juga telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kelurahan dan keluarga korban.

Baca Juga:  Polsubsektor Tojo Barat Beri Pengamanan Pesta Panen (Padungku) di Desa Matako dan Desa Galuga

“Pihak keluarga telah menyerahkan sepenuhnya proses pencarian kepada tim di lapangan. Mereka juga sudah pasrah dan ikhlas dengan situasi ini, namun kami tetap berupaya maksimal melakukan pencarian,” tegas Iptu Martono.

Hingga saat ini, tim gabungan masih berada di lapangan untuk memantau perkembangan situasi dan berharap korban segera ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses