TOUNA – Menghadapi dinamika dunia pendidikan yang kian kompleks, Kepolisian Sektor Ampana Kota memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan hukum dan rasa aman bagi para tenaga pendidik.
Hal ini ditegaskan oleh Kanit Binmas Polsek Ampana Kota, Aiptu Beny Abubakar, saat menghadiri Konferensi Cabang PGRI Ampana Kota masa bakti 2025-2030 di Aula Hotel Ananda, Sabtu (14/2/2026).
Hadir mewakili Kapolsek, Aiptu Beny memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat tanpa kekerasan. Ia mengimbau para guru agar dalam proses mendidik siswa, sebisa mungkin menghindari kontak fisik yang berisiko memicu delik hukum.
Aiptu Beny menekankan bahwa komunikasi adalah kunci utama dalam menyelesaikan konflik di sekolah. Ia mendorong agar setiap persoalan yang muncul diselesaikan melalui jalur kekeluargaan sebelum masuk ke ranah hukum formal.
“Jika terjadi kendala di sekolah, kami mendorong agar dilakukan mediasi internal terlebih dahulu dengan menghadirkan pihak terkait, termasuk Kepolisian. Kami ingin dewan guru mengajar dengan tenang dan penuh semangat tanpa rasa khawatir berlebihan terhadap laporan hukum,” ujar Aiptu Beny.
Selain fokus pada perlindungan guru, Polri juga aktif melakukan langkah preventif bagi para siswa. Kanit Binmas memaparkan program rutin dua mingguan Polsek Ampana Kota yang menyasar pelajar tingkat menengah (SMP) dan atas (SMA).
Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman hukum sejak dini kepada pelajar, mencegah perilaku menyimpang dan kenakalan remaja serta memastikan siswa tidak tersangkut perkara pidana yang dapat merusak masa depan mereka.
Menutup arahannya, Aiptu Beny menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi ini. Ia berharap pengurus PGRI Cabang Ampana Kota periode 2025-2030 yang terpilih dapat mengemban amanah dengan baik demi tercapainya target Indonesia Emas melalui guru yang profesional dan berkarakter.
Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta, termasuk Ketua PGRI Kabupaten Tojo Una-Una Tein Salibana dan Camat Ampana Kota Mohamad Awali ini, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja strategis untuk lima tahun ke depan.



