TOUNA – Semangat pemberdayaan dan pembinaan berkelanjutan terus dikobarkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas)Sulawesi Tengah, Kementerian Imigrasi Dan Pemasyarakatan.
Melalui Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik/Giatja), Lapas Ampana kembali melaksanakan program pelatihan keterampilan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berupa pembuatan paving block dan batako berbahan dasar limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA).
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/10/2025) ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Ampana dalam membekali Warga Binaan dengan keahlian produktif dan berorientasi lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Sub Seksi Binadik/Giatja, I Wayan Sucana, turun langsung melakukan pengawasan dan pemantauan proses pelatihan untuk memastikan kegiatan berjalan optimal.
“Kegiatan ini bukan hanya soal keterampilan teknis membuat batako dan paving block, tetapi juga latihan ketelitian, kesabaran, serta kerja sama. Kami ingin Warga Binaan tidak hanya bisa, tapi juga memahami nilai kerja keras dan kualitas,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan ini memiliki nilai ganda, selain meningkatkan kemampuan kerja, juga mengajarkan pemanfaatan limbah industri (FABA) menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual tinggi.
“Hal ini sejalan dengan komitmen Lapas Ampana dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkapnya.
I Wayan Sucana menegaskan bahwa program seperti ini adalah bagian dari upaya sistematis untuk menyiapkan Warga Binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang produktif dan mandiri.
“Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang aplikatif dan berdampak nyata. Harapannya, para WBP memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang kerja atau usaha setelah bebas nanti,” tandasnya.
Warga Binaan pun tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap tahap pelatihan, mulai dari pengolahan bahan baku, proses pencetakan, hingga hasil akhir produk.
Dengan komposisi campuran FABA dan semen yang tepat, ditambah penggunaan alat cetak modern, mereka mampu menghasilkan batako dan paving block berkualitas tinggi yang kuat dan rapi.
Salah satu peserta pelatihan mengaku bersyukur dapat kesempatan mengikuti kegiatan ini merasa senang bisa belajar hal baru. “Setelah bebas nanti, saya ingin membuka usaha kecil di bidang ini. Setidaknya saya sudah punya bekal keterampilan dan pengalaman,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, secara terpisah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi langkah kreatif jajaran Binadik/Giatja dalam menghadirkan pembinaan yang bermanfaat. Ini adalah bentuk nyata implementasi dari semangat Pemasyarakatan Produktif’,” ujar Kalapas Luther.
“Harapan kami, hasil karya para Warga Binaan ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol perubahan positif di balik tembok Lapas,” pungkasnya.
Dengan adanya pelatihan ini, Lapas Ampana tidak hanya membina tetapi juga memberdayakan, membuka jalan bagi Warga Binaan untuk bertransformasi menjadi pribadi yang produktif, kreatif, dan berdaya saing saat kembali ke masyarakat. ***

