PALU – Ny. Hajar Lawidu, S.Kep., Ns., resmi dilantik sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Tojo Una-Una untuk masa bakti 2025–2030.
Pelantikan ini dipimpin oleh Bunda PAUD Sulawesi Tengah, Ny. Ir. Sry Nirwanti di Aula Sinergitas BPSDM Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (1/7/2025).
Selain Bunda PAUD Kabupaten Tojo Una-Una, Ny. Ir. Sry Nirwanti Bahasoan juga melantik Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah yang disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya intervensi pendidikan sejak usia dini untuk membentuk karakter generasi yang berani, cerdas, dan sehat.
“Untuk mewujudkan Sulteng Nambaso, khususnya misi Berani Cerdas, kita harus mulai dari PAUD. Saya tantang semua Bunda PAUD Kabupaten/Kota yang tercepat membentuk struktur sampai tingkat desa, akan diberikan dukungan anggaran operasional dari APBD Provinsi,” tegas Gubernur.
Gubernur juga menekankan kepada seluruh kepala daerah agar memberikan dukungan penuh kepada para Bunda PAUD di wilayah masing-masing demi kelancaran program-program kerja yang telah dirancang.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukan hanya simbolik, melainkan sebuah panggilan nurani untuk bekerja membangun generasi masa depan.
“Bunda PAUD adalah figur sentral, mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan layanan PAUD berkualitas. Perannya tidak hanya membina, tetapi juga menjembatani komunikasi antar pemangku kepentingan,” ujar Sry Nirwanti dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan holistik dan integratif dalam layanan PAUD yang tidak hanya fokus pada pendidikan, namun juga mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak.
Usai pelantikan, Hajar Lawidu yang resmi menjabat sebagai Bunda PAUD Tojo Una-Una, menyatakan kesiapannya mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“Ini bukan hanya tugas kelembagaan, tetapi bentuk pengabdian saya sebagai seorang ibu, warga, dan bagian dari ekosistem pendidikan anak usia dini di daerah,” ujar Hajar.
Kegiatan ini ditutup dengan penegasan bahwa Bunda PAUD adalah wajah cinta, perhatian, dan komitmen bersama untuk generasi masa depan, serta bentuk nyata sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat. (*)

