PALU – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, turut hadir dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait ketahanan pangan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas se-Sulawesi Tengah, di Aula Utama Lapas Kelas IIA Palu, Senin (17/2/2025).
Kegiatan ini juga dilangsungkan penandatanganan PKS antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tengah tentang pelaksanaan program rehabilitasi narkoba bagi WBP.

PKS ini ditandatangani oleh Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulteng, Bagus Kurniawan, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng, Rony Hartawan, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Sulteng, Femmi Nor Fahmi serta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng, Brigjenpol. Ferdinand Maksi Pasule.
Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjen Imigrasi) Sulteng, Arief Hazairin Satoto, Kepala Bidang HAM, Mangatas Nadeak, Kepala Cabang BRI Palu, Budi Prastiyanto, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Sulteng.

PKS ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi di lingkungan pemasyarakatan serta memperkuat program rehabilitasi narkoba bagi WBP guna mendukung pemulihan dan integrasi sosial mereka.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemasyarakatan dalam mendukung program Asta Cita Presiden, 13 Program Akselerasi Menteri, serta Sapta Arahan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah dalam upaya pemberdayaan WBP dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Usai penandatanganan PKS, seluruh Pejabat dan jajaran Kepala UPT serta instansi terkait meninjau pameran hasil karya UMKM Warga Binaan dari Lapas di Sulawesi Tengah, selanjutnya melepas benih ikan lele di Kolam Pembinaan Kemandirian Milik Lapas Kelas IIA Palu dan berkunjung ke tempat Sarana Asimilasi Edukasi Lapas Kelas IIA Palu.
Pada kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Ampana turut andil dalam memamerkan hasil karya warga binaan di bidang pangan yakni kripik pisang berbagai rasa. Kalapas Kelas IIB Ampana juga mendapat kesempatan untuk mempresentasikan rencana program yang akan dilaksanakan terkait dengan terpilihnya Lapas Kelas IIB Ampana sebagai Pilot Project Kemandirian Warga Binaan yang akan di laksanakan dan bekerja sama dengan PLTU Ampana dalam pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku pembuatan Batako. RD

