TOUNA – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana menjalin sinergi dengan Puskesmas Ampana Barat melalui pelaksanaan program deteksi dini penyakit dan pemeriksaan kesehatan bagi pegawai serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan yang akan berlangsung mulai 8 hingga 22 Juli 2026 ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).
Dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, diharapkan berbagai potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Pelayanan kesehatan yang akan diberikan meliputi registrasi dan pendataan, pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar perut, skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), pemeriksaan IVA bagi WBP perempuan yang memenuhi kriteria, pemeriksaan PUMA, serta konseling Upaya Berhenti Merokok (UBM).
Seluruh rangkaian pelayanan tersebut ditujukan bagi pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin dengan Puskesmas Ampana Barat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bagi seluruh penghuni Lapas.
“Kami mengapresiasi sinergi yang telah dibangun bersama Puskesmas Ampana Barat dalam menghadirkan layanan deteksi dini kesehatan bagi pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan,” ujar Febriansyah.
Kalapas menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pegawai dan WBP semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya sehingga dapat menjalankan aktivitas serta mengikuti program pembinaan secara optimal,” tambahnya.
“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut sebagai wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan berkualitas,” pungkasnya.
Melalui pemeriksaan ini, setiap WBP diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, maupun penyakit kronis lainnya dapat dicegah atau ditangani lebih cepat sehingga kualitas hidup warga binaan semakin baik selama menjalani masa pembinaan.
Kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Ampana dan Puskesmas Ampana Barat menjadi wujud nyata sinergi antar instansi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain mendukung kesehatan pegawai dan warga binaan, kegiatan ini juga memperkuat pelaksanaan pembinaan yang berorientasi pada pembentukan pribadi yang sehat, produktif, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Ampana terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis, menjaga kesehatan seluruh penghuni Lapas, serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat. (*)

