TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kembali menyelenggarakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), di Aula Lapas Ampana, Jumat (17/10).
Sidang TPP kali ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan sistem pembinaan yang transparan, objektif, dan berkeadilan bagi seluruh WBP.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Ampana, Luther Toding Patandung, didampingi jajaran pejabat struktural dan staf Lapas yang tergabung sebagai anggota Tim TPP.
Sebanyak 7 orang WBP menjadi peserta sidang, dengan agenda utama membahas evaluasi perkembangan pembinaan dan kelayakan usulan program asimilasi serta integrasi.
Sidang TPP berfungsi sebagai forum evaluasi resmi terhadap proses pembinaan dan perilaku warga binaan. Melalui forum ini, tim melakukan penilaian menyeluruh terhadap sikap, kedisiplinan, dan partisipasi aktif WBP selama menjalani masa pidana.
Hasil dari sidang menjadi dasar rekomendasi Kepala Lapas untuk menentukan program pembinaan lanjutan, seperti asimilasi, integrasi, remisi, maupun pembebasan bersyarat yang diberikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan hasil observasi lapangan.
Sidang TPP menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan proses pembinaan di Lapas serta berfungsi sebagai evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan warga binaan, dengan melibatkan berbagai pihak untuk memberikan masukan yang konstruktif.

Kalapas Ampana Luther Toding Patandung menegaskan bahwa pelaksanaan Sidang TPP harus dijalankan dengan prinsip objektivitas, transparansi, dan profesionalitas, agar hasil keputusan dapat diterima oleh semua pihak dan mencerminkan hasil pembinaan yang sebenarnya.
“Keputusan yang diambil bukan hanya soal kelayakan administratif, tetapi juga moral dan perilaku. Kita ingin memastikan bahwa setiap warga binaan yang diusulkan benar-benar siap untuk kembali ke tengah masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Kalapas memberikan motivasi kepada para warga binaan yang telah disidangkan agar terus berkomitmen mengikuti seluruh kegiatan pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian.
“Bagi warga binaan yang telah disidangkan, teruslah menunjukkan perubahan positif. Jadikan proses pembinaan ini sebagai momentum memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik di tengah masyarakat,” pesan Kalapas.
Melalui kegiatan seperti Sidang TPP, Lapas Ampana terus berupaya mendorong pembinaan yang humanis dan berbasis evaluasi nyata, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan yang lebih profesional, transparan, dan berintegritas. ***

