TOUNA – Pemandangan berbeda terlihat di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (1/9/2025).
Ratusan massa aksi yang tergabung Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Tojo Una-Una (AMARA) melakukan aksi damai dengan penuh ketertiban.
Di tengah kerumunan massa aksi, Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu memilih langkah sederhana berbaur dengan massa aksi tanpa jarak.
Bupati Ilham Lawidu hadir bersama Kapolres, Dandim 1307/Poso, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, dan sejumlah anggota dewan.
Di hadapan massa aksi, Ilham Lawidu menyampaikan pesan yang menyentuh dan menegaskan komitmennya untuk selalu bersama rakyat.
“Tuntutan mahasiswa adalah hal yang sama dengan apa yang pernah saya perjuangkan di masa SMA dan kuliah,” ucap Ilham Lawidu.
Ilham Lawidu menyatakan, bahwa jabatan hanya sementara, mudah bagi Allah mencabutnya.
“Saya sadar sesadar-sadarnya bahwa saya bersama dengan adik-adik dan rakyat Kabupaten Tojo Una-Una selama-lamanya,” tandasnya.
Menurut Ilham Lawidu bahwa kritikan sangat penting untuk pembangunan daerah yang kita cintai ini.
“Tanpa kritikan, tanpa saran, mustahil saya mampu membangun Kabupaten Tojo Una-Una ini,” tuturnya.
Suasana semakin hangat saat Ketua DPRD Tojo Una-Una, Gusnar A. Sulaeman turut angkat bicara.
Ia menegaskan, lembaga legislatif akan menampung dan membawa aspirasi itu ke forum resmi.
“Aspirasi masyarakat adalah bagian penting dalam menjalankan fungsi kami di parlemen. Saya mengapresiasi semangat mahasiswa yang menyampaikan pendapat dengan tertib dan kondusif,” kata Gusnar.
Ditengah hujan siang itu, terlihat sebuah harapan baru: bahwa ruang demokrasi di Kabupaten Tojo Una-Una bisa hadir dengan wajah humanis, dimana pemimpin dan rakyat duduk sejajar, berbagi suara, tanpa sekat. (yya/**)

