Pemerintahan

Bupati Touna Berharap Tenaga Pendidik Agar Meningkakan Peran Strategis dan Selalu Siap Membangun Karakter Anak Bangsa

1146
×

Bupati Touna Berharap Tenaga Pendidik Agar Meningkakan Peran Strategis dan Selalu Siap Membangun Karakter Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini
Bupati Touna, Mohammad Lahay.

TOUNA – Bupati Tojo Una-Una (Touna), Mohammad Lahay berharap kepada seluruh jajaran Lembaga Kependidikan utamanya tenaga pendidik agar selalu meningkatkan peran strategis yang selalu siap membangun karakter anak bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Mohammad Lahay saat membuka acara silaturahmi dan Rapat Kerja (Raker) Kepala Dinas Dikpora Bersama Kepala Sekolah dan Guru se-Kecamatan Ampana, Jumat (9/2/2024).

Bupati berpesan kepada tenaga pendidik untuk selalu meningkatkan perannya dalam membina sekaligus menjadi suri teladan bagi peserta didiknya dan mampu menjadi suri teladan ditengah-tengah Masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Touna Siap Mendukung Rencana Pembangunan SUTT 150 KV Poso - Ampana dan Ampana - Bunta

“Sehingga diharapkan mau dan mampu memberikan inspirasi kepada berbagai pihak tentang pentingnya peran strategis sebagai pendidik dalam rangka membangun anak bangsa,” katanya.

Bupati mengatakan, untuk memajukan bangsa dan negara tercinta ini, diperlukan Pendidikan yang bermutu, sedangkan Pendidikan yang bermutu diperlukan guru atau tenaga pendidik yang professional.

Baca Juga:  Asisten Administrasi Umum Pemkab Touna Buka Muscab BPC Gapensi

“Pemerintah juga mempuyai tuntutan kepada Lembaga kependidikan, agar selalu meningkatkan kompetensi dan kualitas kerja pada profesinya serta kiranya mampu menjawab tuntutan tersebut dengan karya yang nyata,” ujarnya.

“Para guru juga diwajibkan untuk lebih focus pada profesinya dalam upaya meningkatkan kualitas pendiikan serta diharapkan bisa membentuk karakter bangsa yang lebih bermoral, bermartabat dan juga berdaya saing,” tambahnya.

Baca Juga:  Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Touna Kampanye Germas di Kecamatan Una Una

Bupati juga berharap kepada PGRI agar bisa merumuskan secara komperhensif, bagaimana mencetak guru-guru yang tidak hanya menjadi pengajar saja, namun mampu menjadi seorang pendidik yang peduli terhadap Pendidikan serta lembaga kependidikan.

“Sehingga mampu memotivasi kepda para guru agar bisa menjalankan tugasnya secara disiplin, bertanggungjawab dan lebih amanah,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *