Politik

Sengketa Lahan SD 14 Ratolindo, Komisi 1 DPRD Touna Gelar RDP Bersama Pemda dan Ahli Waris

76
×

Sengketa Lahan SD 14 Ratolindo, Komisi 1 DPRD Touna Gelar RDP Bersama Pemda dan Ahli Waris

Sebarkan artikel ini
Rapat Dengar Pendapat Komisi 1 DPRD Touna Bersama Pemkab Touna dan Ahli Waris Lahan Sengketa SD 14 Ratolindo.
Rapat Dengar Pendapat Komisi 1 DPRD Touna Bersama Pemkab Touna dan Ahli Waris Lahan Sengketa SD 14 Ratolindo.

TOUNA – Komisi I DPRD Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Touna permasalahan sengketa lahan lokasi SD 14 Ratolindo di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Kabupaten Touna, Senin (10/01/2022).

Rapat Dengar Pendapat ini dipimpin oleh Ketua Komisi 1 DPRD Touna, Ilham Lamahuseng didampingi Seketeris Komisi I Husen M. Abubakar dan Pejabat Sekretariat DPRD Touna.

Hadir dalam kegiatan ini, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Touna, Alfian Matajeng, Wakapolres Touna Kompol I Made Darma, SH bersama Kanit Pidum Satreskrim Polres Touna, Kabag Hukum Setdakab Touna, Dinas Dikpora, BKAD, Badan Pertanahan, Camat Ratolindo, Lurah Dondo, Kepala SD 14 Ratolindo dan Ahli Waris yang bersengkata.

Ketua Komisi I DPRD Touna, Ilham Lamahuseng saat membuka RDP menyampaikan, bahwa tujuan kami mengundang Bupati, Wakapolres, Dinas terkait dan Ahli Waris guna meluruskan bersama terkait lokasi SD 14 Ratolindo yang saat ini bersengketa.

Menurutnya permasalahan sengketa ini sangat merugikan anak-anak kita yang bersekolah di SD 14 Ratolindo yang sudah kurang lebih 2 tahun ditutup, karena permasalahan ini.

“Untuk itu, kami sebagai wakil rakyat bertanggung jawab dengan hal ini dan nasib pendidikan di Kabupaten Touna yang mana kita ketahui bersama bahwa IPM Kabupaten Touna sangat rendah,” tuturnya.

Asisten I Alafian Matajeng pada kesempatan ini menyampaikan, bahwa Pemda Touna memiliki sertifikat SD Negeri 14 Ratolindo dari Pemda Kabupaten Poso waktu itu.

“Jadi terkait persoalan ini, Pemda Touna memberikan ruang kepada pihak ahli waris agar melaporkan hal ini ke pengadilan, sehingga ada keputusan hukumnya,” kata Alfian.

Sementara itu, Wakapolres Touna, Kompol I Made Darma menggatakan,  bahwa untuk permasalahan lahan SD 14 Ratolindo sudah masuk laporannya bulan Mei 2021.

“Mendasari laporan tersebut, Penyidik telah memeriksa sebanyak 6 saksi, saksi batas ada 2 dan saksi dari ahli waris,” kata Wakapolres.

Namun kata Kompol I Made Darma, ada beberapa saksi yang sudah diundang belum juga datang ke Polres untuk dimintai keterangan. Sehingga hal ini, yang menjadi hambatan kami dalam proses penyelidikan.

“Terkait hal ini, kami memohon kepada pihak ahli waris apabila ada undangan lagi dari Polres dapat hadir, supaya tau jelas permasalalahn ini,” pinta Wakapolres.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *