Pendidikan

Dewan Da’wah Tempatkan Da’i Dari Kampus STID Muhammad Natsir di Wilayah Pedalaman Touna

133
×

Dewan Da’wah Tempatkan Da’i Dari Kampus STID Muhammad Natsir di Wilayah Pedalaman Touna

Sebarkan artikel ini
Dewan Da’wah Tempatkan Da’i Dari Kampus STID Muhammad Natsir di Wilayah Pedalaman Touna
Dewan Da’wah Tempatkan Da’i Dari Kampus STID Muhammad Natsir di Wilayah Pedalaman Touna

TOUNA – Dewan Da’wah menempatkan seorang da’i pengabdian dari kampus STID Moh Natsir Dewan Da’wah dipedalaman Tojo Una Una. Bukan hanya mengajarkan ilmu agama, mereka juga menjadi sahabat masyarakat, termasuk anak-anak di tempat mereka ditugaskan berdakwah.

Salah satu dari mereka, Ustadz Muhammad Imran, menjadi teman bagi anak-anak di pedalaman wilayah kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una Una Sulteng. Mereka bermain bola bersama dengan gembira.

Ketua Dewan Da’wah Touna Marwin mengatakan, Ustadz Muhammad Imran ini merupakan da’i pengabdian keempat yang ditempatkan oleh Dewan Da’wah di kampung Padavuyu Desa Tangkibangke, Kecamatan Ulubongka ini.

“Kampung Padavuyu ini berjarak sekitar 75 km  dari ibu kota kabupaten Tojo Una Una dan sekitar 45 km dari ibu kota kecamatan Ulubongka dengan kondisi jalan berbatu, pendakian dan penurunan yang cukup extrim dan menantang,” ucap Marwin.

“Jumlah warga disana hanya sekitar kurang lebih 60 KK sudah termasuk warga muslim sekitar 20 KK. Sementara disana berdiri satu masjid yang di bangun oleh Dewan Da’wah Touna,” kata Marwin.

Lanjut kata Marwin, sekitar tahun 2016 pada saat kami tiba pertama kali di kampung ini, kami melihat ada pondasi masjid yang menurut warga setempat sudah terbengkalai lebih dari 3 tahun.

“Kemudian kami menginisiasi dengan membuat musyawarah bersama warga untuk melanjutkan pembangunannya. Alhamdulillah sekitar setahun kemudian tepatnya November 2017 sudah bisa di manfaatkan, meski bangunan belum rampung 100%,” kata pria yang biasa disapa Ketua ini.

“Sejak masjid tersebut di bangun sudah 4 kali kami mengirim da’i, dan yang sekarang ini Ustadz Muhammad Imran baru bertugas selama 1 bulan. Di masa masa pergantian da’i tersebut terkadang ada kekosongan da’i,” lanjutnya.

Menurut Ketua Dewan Da’wah Touna, keberadaan dai Ustadz Muhammad Imran dan para dai lainnya sangat dibutuhkan warga.

“Selain tugas utama menjadi guru mengaji bagi anak-anak. Mereka bisa menjadi teman bermain, belajar dan bersuka ria,” katanya.

“Cara inilah yang dipakai para dai untuk bisa menyatu dengan warga dan melakukan pembinaan karakter serta nilai-nilai Islam kepada masyarakat,” kata Ketua Dewan Da’wah Touna ini.

“Anak-anak menjadi salah satu target utama mereka karena terkait pendidikan akhlak dan pembentukan karakter”

“Mereka perlu dibina dengan tepat agar terhindar dari hal-hal buruk yang dapat merusak mereka. Itulah alasan mengapa anak-anak perlu mendapat pembinaan sejak dini,” ucap Marwin

“Tidak hanya anak-anak, ustad Muhammad Imran juga mengajar orang tua yang ingin belajar mengaji serta mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid yang telah di bangun dengan dana ummat,” tutupnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *