Pemerintahan

Tahap Pertama Touna Mendapat Jatah Vaksin Covid-19 Sebanyak 3.120

85
×

Tahap Pertama Touna Mendapat Jatah Vaksin Covid-19 Sebanyak 3.120

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Touna, Dra. Jafanet Alfari, MAP
Kepala Dinas Kesehatan Touna, Dra. Jafanet Alfari, MAP

TOUNA – Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) untuk tahap pertama mendapat jatah vaksin Covid-19 merek Sinovac sebanyak 3.120 dosis.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Touna, Jafanet Alfari disela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Touna, Senin (01/02).

Dijelaskannya, saat ini vaksin Covid-19 tersebut tengah dalam perjalananan dari Palu menuju Touna dan dibawa pengawalan ketat petugas kesehatan dan anggota Polri.

“Vaksin Covid-19 untuk jatah Kabupaten Touna sedang dalam perjalanan dan diperkirakan akan tiba di Touna, paling lambat besok, Selasa 2 Februari 2021,” sebutnya.

Ditegaskan Kadis, pemberian vaksinasi Covid-19 terhadap seseorang dilakukan secara ketat melalui pencatatan, scranning kesehatan dan pemberian vaksinasi.

Untuk vaksinasi Covid-19, kata Kadis, garda terdepan penanganan pandemi yaitu tenaga kesehatan menjadi prioritas utama penerima  vaksin. “Vaksin Covid-19 ini juga diberikan pada mereka yang berusia diatas 18 tahun,” paparnya.

Diketahui, vaksinbasi dijadwalkan dilakukan empat tahap. Tahap pertama sasaran vaksinasi adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga  kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

Sasaran tahap dua meliputi petugas pelayanan publik, yaitu TNI/Polri, aparat hukum dan petugas pelayanan publik lainnya yang bertugas dibandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat, juga kelompok usia lanjut (diatas 60 tahun).

Tahap ketiga sasarannya adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Sementara tahap keempat sasarannya masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *